About Me

LightBlog
Responsive Ads Here

Selasa, 17 Oktober 2017

MENGENAL SIFAT ALLOH

Orang mengenal itu karena sifatnya sama
kita punya sholeh, kita tahu mana yang sholeh karena kita punya kita melihat dengan sifat itu artinya dengan muslah dengan qolbu yang ngandal dari diri kita
kalau kita tidak punya sholeh tidak akan tahu orang sholeh
orang sholeh akan berburuk sangka pula karena kita buruk
iiih orang sholeh ini riya karena diri kita ini riya
kita tidak punya riya tidak akan nampak riya dari diri kita
tak riyapun mungkin niatnya baik padahal itu riya, atau riya urusan orang lain bukan urusan kita
tapi sikap sesorang sangat subjektif pada dirinya
jadi orang mengenal karena ada pada dia
maka setiap orang yang menekuni dibidang tertentu dia akan mencari orang yang telah menekuni
karena dia telah memiliki sifat yang sama yang dimiliki
atau kita dengan suami istri kenapa kita menjadi rapat tidak cerai karena kita mempunyai sifat yang sama
sifat beda itu membuat ada kesamaan kalau tidak ada beda maka tidak ada rasa sama
tapi kalau ada berbeda yang lebih banyak maka cerai langsung
maka ini membantah kesamaan artinya kalau orang rapat itu kenal dan orang kenal iru karena sifatnya sama
lalu alloh turunkan ahlak-ahlak tuhan kepada dia
maka dia mengenal alloh dia mengenal dirinya
begitupun dikasih musibah, musibah dari alloh maka itu ciptaan maka dia alloh kasih sabar
maka dia dengan sabarnya akan mengenal alloh
dikasih ridho karena alloh mempunyai sifat ridho
"rodiallohu anhum worodu an dzalika liman hosiyah robah"
apabila sifat-sifat yang sempurna itu isebut ahlaq atau maqomah,ruhaniyah yang istilah dalam tasawuf itu ditajalikan oleh alloh makin banyak-makin banyak, makin sempurna-makin sempurna maka dia melihat fenomena dialam ini alloh,alloh,alloh bukan diluar tapi didalam dirinya kalau dihatinya tidak ada tauhid maka tidak akan kenal diluarnya
diangap itu manusia tidak ada hubungan dengan alloh, dicaci dimaki,ditumbuk dihina bahkan dia cakep jangan bawa-bawa alloh iya kamu yang kurang ajar syetan iblis kamu yang kurang ajar kau namrud kenal semua, padahal semuanya ada dalam dirinya namrudnya, firaunya ini disebut sikap tauhid
makin banyak dia makin naik muhfiil alloh makin banyak sifat alloh
bahkan apabila yang sampai kesifat ini berarti semua sifat alloh, sifat ahlaq sudah.....karena dia sama dengan alloh, dalam artian alloh tajalikan , bukan sama!!!!!
maka dia menegenal alloh maka dia disebut ihsan kamil baru dia kholifatulloh dia adalah dzilululloh....
bahkan dijelaskan lagi dari mana dia mendapatkanya dari nabi karena nabilah semua tuhan yang sempurna ( jangan salah mendefinisikan pembaca ea oke!)
bukan tuhan tadi kan suah dijelaskan manusia dari suroh jadi tidak ada yang independent
maka tasawuf tidak pernah menuhankan selain alloh apapun yang terjadi, meksipun dia mengusap-ngusap kubur
mereka yang mengatakan syirik karena melihat dari fenomena amalia keagamaan bukan tauhid menjadi problem ruhaniyah
maka orang mengatakan bahwa tawasul itu syirik yang syirik sebetulnya dia
karena telah mengangap ada selain alloh secara independent
karena manusia ini cuma semacam bayangan yang ada dalam cermin, disinilah adalah problemnya karena manusia jadi lemah, tauhid ahlusunah yang sebenarnya yang ada dalam dada ahlu sunah yang selama ini hanya ada simbol sufi itu yang dikubur oleh simbol orang barat agar manusia tidak punya ruhnya.

Pengajian syeh rohimudin al banteni
Ditulis ulang
Blimbing 17 Oktober 2017
Khair Van Muhammad

Khairuddin



Tidak ada komentar:

Posting Komentar