Dijaman edan sekarang ini, langkah lebih baiknya seorang ayah dan ibu memilih menetapkan anaknya dinaugan pesantren salafy maupun non salafy, karena pendidikan sekarang ini lebih cenderung pada habitat kenonformalan tapi, Alhamdulilah dijaman edan sekarang ini sudah ada peningkatan tidak hanya kita sekolah formal saja tapi pesantrenpun sekarang sudah membentuk pendidikan formal maupun non formal, bisa halnya kita sebut dengan sekolah berbasis pesantren.
Namun kegitan pesantrenpun sekarang lebih modern lagi dari pada dahulu kala, bisa kita sebutkan ngaji berbasis online dan tidak pula ada chanel santri (fane page) tidak lupa pula radio online, dengan semua struktur itu program pesantrenpun sudah menerapkan dari dahulu kala sampai sekarang agar jiwa santripun bisa mengkualifikasi adanya perkembagan hidup diera globalisasi jaman sekarang yang sangat modern ini.
Alangkah baiknya sebagai orang tua lebih memilih anaknya nyantri dari pada mengikuti pergaulan dijaman sekarang ini.
Jaman Mikir aku mondok pingin jadi apa, buktinya dawuh beliau KH Marzuki Jazuli selama beliau dipondok tidak pernah memikirkan, setelah lulus mau jadi kyai, mau jadi apa, tapi buktinya sekarang dia sudah punya lembaga pendidikan yang sangat digandrungi oleh masyarakat,
pecayalah setiap kesuksesan ada ditangan kita namun lebih aromanya lagi jika sukses disertai barokah seorang guru dan orang tua kita.
semoga kita tergolong santri-santri wati yang sukses.
AKTIFITAS SEORANG SANTRI
03:00 = bangun malam
04:00 = persiapan jamaah sholat shunuh
05:00= ngaji kitab kuning
05:30= nadzoman bersama
06:00= kerja bakti bersama
07-10 = Diniyah ponpes
11:00 = Ngaji bersama sebelum mulai adzan dhuhur
12:00 = sholat berjamaah dhuhur
12:30 = bagi sekolah formal masuk seperti biasanya
15:00 = sholat berjamaah ashar
17:00 = pulang sekolah
18:00 = sholat berjamaah magrib
18:30 = ngaji bersama
19:00= sholat berjamaah isya
20:00 = kegiatan belajar bersama
20:30 = aktifis musyawaroh
21/23:00 = istirahat bersama.
Dan bisa anda lihat foto aktifitas dibawah ini :







Makasih om. Faruq, semoga manfaat gih.
BalasHapus